Komentar Terkini

Maafkan Aku Bu
komentar
hiks :cry :cry :cry aku terharu dengan puisimu hil :cry ...
30/06/09 19:08 More...
By Nadia Aisyah Tuqa

kaset ps Q...
Kaset ps Q
Emang gak setiap hari buka :p
30/06/09 17:04 More...
By Atha

IBU KU
Jadi inget mama
:cry Jadi pengin nangis.. inget mama yang super sabar :)
28/06/09 16:31 More...
By Anggit Raharjeng

Cinta Seorang Ibu
Cinta seorang Ibu
Ihhhh..... kasian banget....Jadi pingin nangis.....Hikkkksss...
27/06/09 13:28 More...
By Elisa Lailatul Adawiyah

Maafkan Aku Bu
maakan aku ibu
aku terharu ..... banget sedih banget puisinya :cry :cry
23/06/09 20:33 More...
By shelma alifia

Sekilas Info

Adik-adik,
TamanKecil.com membuka tempat yang dibuat khusus untuk kalian yang masih duduk di bangku SD ataupun SMP tapi sudah mulai hobi main internet.

Di tempat ini kalian bisa membaca karya kawan-kawan kalian dan bisa mengirimkan karya buatan sendiri berupa tulisan, bisa itu karangan bebas, puisi, pengalaman lucu dan lain-lain.
Cara pengirimannya mudah saja.

  • Login (Jika belum terdaftar, silahkan mendaftar terlebih dahulu.)
  • Klik "Kirim Karya Tulis" pada "Menu Anggota" yang terletak di bagian kiri.
  • Isi Judul, Teks Intro dan Teks Utama.
  • Jika sudah selesai, klik icon yang bergambar disket.

Jika kalian mengalami kesulitan, dapat mengirimkan email ke redaksi tamankecil.com yaitu Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Selamat berkarya. 

 

Form Login

Pulau Bidadari
Ditulis Oleh Adilla Nurul Ilma   
Selasa, 23 Desember 2008
Hai, nama saya Adilla Nurul Ilma dipanggil saja Dilla, aku udah pernah lo ke pulau bidadari, pulau itu adalah pulau yang ada pemakaman belandanya (eps, gak ya, itu pulau onrust) di pulau itu aku melihat benteng, ketika masuk aku sangat ketakutan. Kenapa ya? Dengar ya ceritaku..

Komentar (5) | Jadikan sebagai favorit anda (59) | Cuplik artikel ini | Views: 614

Selengkapnya...
 
spacetoon
Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi   
Minggu, 07 Desember 2008

"Spacetoon!spacetoon, mi. Jangan diganti."teriak Tafa ketika di melihat umminya menggantikan chanel tv. Sejak kehadiran spacetoon dalam pertelevision di Indonesia, Tafa kecanduan melihat siarannya.

Pernah deh, Tafa sama ayahnya atau sama umminya berebut remote untuk menghidupkan chanel yang disukai. Namun tetap aja deh, spacetoon yang menang.

Setiap malam, pasti kawan tidurnya spacetoon. Setelah lelap tertidur, barulah tv nya dimatikan. Pernah jam 3 pagi, dia terbangun dan ...

"Mi, hidup tv, pasang spacetoon!kata Tafa namun matanya terpejam.

"Belum siaran dia, nak. sekarang masih pagi. tidur lagi, ya

Namun, tafa tetap ngotot nonton spacetoon. Terpaksa deh, dihidupkan ummi, dan terlihatlah semut-semut kecil didalam tv alis belum siaran. Eh, pas dihidupkan, Tafanya malah lelap tertidur.

Komentar (3) | Jadikan sebagai favorit anda (55) | Cuplik artikel ini | Views: 661

 
Kapal Laut
Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi   
Kamis, 04 Desember 2008

KAPAL LAUT

Hari Senin yang diikuti gerimis hujan, membasahi daerah Medan pada umumnya. Yang mengiringi kepergian opung Tafa yang hendak mengadiri wisuda bundenya di Bandung. Tafa dan orang tua nya ikut mengantar ke Belawan karena opungnya mau naik kapal laut. Namun, kurang beruntung, cuaca tidak mendukung keceriaan si Tafa.  Tafa sangat ingin sekali melihat kapal yang berlabuh dan yang berlayar. Kalau memungkinkan mau naik sampan di Belawan.

"Ma, kita naik anjungan, yok, ma. Di sini ramai dan kena hujan. Di sini kan tempat orang yang mau naik kapal.

Mama pun mengantri di loket untuk memasuki anjungan lantai II. kalau lantai I tempat orang antri  yang mau naik kapal. Mama mengluarkan uang sepuluh ribu untuk mendapatkan 2 tiket, yang harganya  dua ribu satu tiket/orang. Jadi mama menerima kembalian uangnya enam ribu rupiah.

Dengan semangat baja bagaikan tentara yang mau berperang tanpa mengiraukan hiruk pikuk orang dan curahan hujan, Tafa berlari menaiki tangga, yang memang disini tidak ada eskalator ataupun lift. Mama saja kewalahan mengejar Tafa.

"Ma, lihat cepat ke sini, wiihh, besar sekali ma, kapalnya, cantik lagi. Ayo, cepetan.

"Apaan sih, Tafa, mama kan banyak bawa barang mana bisa lari-lari seperti Tafa.

Tafa terus berceloteh di gendongan papanya. Maklum dinding pembatasnya cukup tinggi. Hanya orang dewasa yang dapat melihat ke arah laut / pelabuhan. Dia terus bertanya mengenai kapal yang singgah pas di depan Tafa menunggu.

Tuututtttuut! Bunyi yang keluar dari cerobong kapal laut memecahkan keramian di anjungan. Namun, membuat Tafa takut.

"Ma, itu apaan, Tafa takut.  Tafa meronta minta turun dari gendongan papanya. Terang saja Tafa takut, memang suaranya sangat memekakkan telinga. Mama saja terkejut.

"Tafa, lihat itu opung melambaikan tangan ke arah kita. Ayo, kemari, biar papa gendong lagi. Diseberang opung Tafa melambaikan tangannya persis seperti lagu teluk bayur saja. Dan kembali berbunyi...

"Ttutuuuutttt!!! Ini bunyi kedua dari cerobong asap kapal. Yang ini lebih memekakkan telinga dan membuat Tafa lebih histeris. Sejak bunyi kedua, Tafa tidak mau lagi melihat, dan malah mengajak pulang. padahal, kapalnya belum berlabuh.

 

 

 

 

Yang Pertama Memberi Komentar | Jadikan sebagai favorit anda (47) | Cuplik artikel ini | Views: 371

 
<< Mulai < Sebelumnya 1 2 3 4 5 6 7 Selanjutnya > Akhir >>

Hasil 22 - 28 dari 46
© 2009 TamanKecil.com. Hosted by PINTERhosting.com and powered by Pacific Link