Sekilas Info
|
Adik-adik, TamanKecil.com membuka tempat yang dibuat khusus untuk kalian yang masih duduk di bangku SD ataupun SMP tapi sudah mulai hobi main internet.
Di tempat ini kalian bisa membaca karya kawan-kawan kalian dan bisa mengirimkan karya buatan sendiri berupa tulisan, bisa itu karangan bebas, puisi, pengalaman lucu dan lain-lain. Cara pengirimannya mudah saja. - Login (Jika belum terdaftar, silahkan mendaftar terlebih dahulu.)
- Klik "Kirim Karya Tulis" pada "Menu Anggota" yang terletak di bagian kiri.
- Isi Judul, Teks Intro dan Teks Utama.
- Jika sudah selesai, klik icon yang bergambar disket.
Jika kalian mengalami kesulitan, dapat mengirimkan email ke redaksi tamankecil.com yaitu
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
Selamat berkarya. |
|
Puisiku |
|
Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi
|
|
Sabtu, 21 Pebruari 2009 |
|
Ibu, maaf kan aku.............................. ternyata semua nasehat mu berguna bagiku Ibu, bila aku ulang kembali Ingin rasanya semua aku patuhi nasehat ibu Namun, apakah ada pengharapan itu? Ibu, aku terbaring lemah tidak berdaya Itu semua akibat ulah ku juga Aku sangat angkuh pada mu, Bu. Kini aku merasakan semua Apa yang dulu ibu katakan Itu semua ada benaranya Ibu, maafkan aku.................... Komentar (4) | Jadikan sebagai favorit anda (91) | Cuplik artikel ini | Views: 907 |
|
|
Ditulis Oleh Vidya Harmayanti
|
|
Rabu, 18 Pebruari 2009 |
|
Eloknya dirimu membuat semua orang terpesona Terbang kesana kemari,, Seperti tak pernah lelah tuk berhenti. . . Dan sayap-sayap indahmu,, Menambah ke elokan rupamu. . . Kupu-kupu Jika mungkin ku terlahir kembali, Ingin diriku menjadi sepertimu. . . Dapat hidup,seperti tanpa ada beban sedikitpun. . . Dan tanpa ada halangan,,juga rintangan. . . . Tetaplah terbang wahai kupu-kupu. . . Agar dunia ini tetap indah karna kehadiranmu. . . Yang Pertama Memberi Komentar | Jadikan sebagai favorit anda (106) | Cuplik artikel ini | Views: 880 |
| |
|
|
Ditulis Oleh Wafiq Tafazzul Hilmi
|
|
Sabtu, 07 Pebruari 2009 |
|
Opung, kau terseok berjalan badan meringkik bagaikan kesakitan Tanganmu yang keriput berusaha memegang jarum Mata mu yang pudar tetap awas melihat kerjaanmu Namun, kau tetap menjahit baju demi aku cucu mu Opung, aku tidak bisa berkata dikala baju yang kau buat untukku telah siap dan sungguh indah Hanya air mata dan pelukan untuk mu opungku Komentar (2) | Jadikan sebagai favorit anda (101) | Cuplik artikel ini | Views: 825 |
|
| | << Mulai < Sebelumnya 1 2 3 Selanjutnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 9 dari 24 |
|