| ..Saudara Sejati.. |
|
|
|
| Ditulis Oleh Adilla Nurul Ilma | ||||||
| Rabu, 11 Maret 2009 | ||||||
|
"Anizz!!!" panggil saudara kembarku, Anis. "Apaa??? ada apa???" aku menjawab "Kenal tetangga sebelah?" "Lavender?? dia kan sahabatku!" "Niz... Lavender sedang sakit... dan dikabarkan juga kalau kompleks kita akan terendam banjir..." "Kok bisa?" "Huahh... aku juga nggak tahu, Niz.." "Aku nggak bisa percaya" "Kamu tuh yang nggak mau percaya!!!" Aku sedikit bingung dengan kata-kata saudaraku, Anisa. namaku Aniza, aku lahir 14 menit setelah Anisa, jadi, lebih tua Anisa. Anisa, ia orangnya keras kepala, egois sedikit, namun tetap saudara terbaikku, aku sangat menyayangi Anisa, Anis panggilannya..... Mama dan Papa sering dibuatnya sibuk, kami mempunyai satu kakak, kakak kami bernama Cylla.. kak Cylla sangat baik, dia itu wuih... dia ... sangat baik, atau bisa dikatakan lebih dari baik, dia tidak membutuhkan pujian, tidak membutuhkan kata-kata lembut. Banyak juga sih yang suka menjadi sahabat kak Cylla, kami mempunyai 1 adik bernama Jamine (read: jeymin), dia jauh lebih beda dari kak Cylla.. dia sangat manja, tidak mau berusaha, suka menyuruh orang, suka iri, suka dengki, dan bisa dibilang dia 'tidak punya teman', hanya ada Jessa, Lara, dan Amber (read : ember). Mereka orangnya kaya-raya semua, kalau yang ada orang miskin, pasti adikku tidak mau. Pada sore hari, Jamine, kak Cylla, dan aku sedang menonton film tom and jerry, tiba-tiba saja Jamine memindahkan ke Film "Alissa" yang dikategorikan untuk remaja, jujur saja, aku sangat kesal dan tidak tinggal diam. "Jamine! Berani sekali kamu memindahkan Channel itu! tanpa minta izin, lagi! gimana kalau acaranya sudah selesai? kamu mau bertanggung jawab?" kataku "Ngapain acara katro' gitu ditonton!! Mendingan nonton Alissa sama Kalau Cinta jangan cengeng, dah ah!" Kata Jamine. "Sudah, Aniz! Tidak apa-apa... kita nontonnya di laptop saja, yuk, permisi, Jamine" ujar kak Cylla. "Baiklah, kak... tapi jauh-jauh dong dari Devil itu!!" aku meledek, Jamine membalas meledekku. Ketika aku berada di kamar.. aku baru teringat Anis.. "Kak! Anis! Anis mana nih?? kok hari ini ia tidak kelihatan?" "Waduh! Yuk kita keluar, kalau Nis udah ketemu, baru kita nonton!" aku dan kak Cylla sangat panik, kemanakah Anis?? Kami mencari Anis kemana saja, namun tidak ketemu, ternyata, Anis sedang berlari-lari menjauhi tsunami, aku mengajak Anis untuk berlari, namun sial, banjir tersebut tidak bisa dihentikan, kami bertiga pasrah, kami tahu ajal segera menjemput. Kami tidak melupakan Jamine, kami berenang menuju rumah, ketika sampai di rumah, aku mencari Jamine .. tapi.. oh! malangnya Jamine,Anis melihat mayatnya terapung-apung. Kami berlari mencari tempat yang aman, kami ingin bertemu mama dan papa. Tapi, kantornya sangat jauh, kami hanya bisa mendoakannya. Ketika itu, banjir sudah mencapai 9 meter. Aku mencari pelampung, akhirnya dapat, namun, Anis dan kak Cylla tidak memakai pelampung "Kalian mana pelampungnya????!!" "Itu satu-satu pelampung yang ada di rumah sekarang, mungkin diambil orang, kali', tidak apa-apa, yuk, jalan terus" Kami menuju ke kantor papa dan Mama, kami melihat papa dan Mama cemas sekali, ternyata disana juga banjir, namun tidak sampai ke lantai 19. Aku, Anis, dan kak Cylla naik ke lantai 19. Kami bertemu mama dan papa, kami menangis dan memeluk mereka. ketika turun, banjirnya semakin tinggi. Sudah mencapai 11 meter kalau tidak salah, sih.... Kami mendapatkan batang bambu, aku merogoh sakuku, tiba-tiba.. "euh! ada keong! ada keong!" keong tersebut kulempar, tak peduli ia mati atau tidak, aku memang sadis, namanya juga jijig dengan yang namanya keong. "Aniz, kalau ada hewan, jangan dibunuh begitu! coba Aniz yang jadi bekicotnya!" tegur kak Cylla, aku hanya nyengir-nyengir "ayo, anak-anak, naik ke bambunya! kita akan mencari pertolongan, mungkin ke kota sebelah, atau ... daerah sebelahh???!" kata Papa, kami mengangguk, "kalo papa dan mama naik apa?" "Mudah, Anisa, kami hanya berenang... sabar, yaa..." Ketika itu air sekan naik seakan turun, terjadilah ombak tinggi, papa dan mama hanyut sangat jauh tak tahu kemana, kami semua menangis. kini kami ditinggal bertiga saja, makan dengan apa kami ?? tapi kami terus mendayung dengan bilah bambu yang sangat tinggi, ketika sudah sampai, ternyata, yang ada malah preman-preman yang hendak mengincar kami, kami tidak bisa singgah di daerah itu, kami mencari ke daerah sebelah, yang pasti, daerah yang aman, kami juga ingin dipungut bersama teman-teman yang lain di panti asuhan, karena bencana yang sangat besar ini. Mungkin ini ujian dari tuhan, kami tidak bisa meneruskan sekolah lagi, kami putus sekolah, ketika itu sudah tidak banjir, kami semua ada di panti asuhan As-Sofyan, disana kami dirawat bunda Lia. Ia sangat baik dan sangat sabar, kami sangat senang, lalu terbongkarlah rahasia sebenarnya tentang bunda Lia, ia adalah tanteku sendiri!! kami memeluknya, dan Disaat ulang tahun kak Cylla yang ke 16. Kami sangat berbahagia, dan kami juga sangat senang diberikan kakak yang sempurna seperti Cylla... kami membuat gank bertiga, yaitu : PBB (Pemberani, Benar, Berjasa,) Kami menolong orang-orang yang tidak mampu, kami membantu orang yang kesusahan,kami infak 1000 setiap hari.... Ketika itu tidak ada lagi PBB, Tahun itu, Kak Cylla tidak bisa ikut mereka lagi, ia harus ikut kuliah ke Qatar bersama bunda Lia... Dan, ketika saat yang harusnya membuat mereka bahagia malah membuat kami sedih, sebab, kak Cylla ketika pertama kali pergi, tidak balik-balik lagi, dan tidak pernah memberi kabar... Kami membuat kuburan pura-pura untuk kak Cylla, kami memberi surat diatasnya "kak Cylla, selamat jalan, tinggalkan saja kami... kami ikhlas, kak" Kak Cylla tidak melupakan mereka, karena memang, di Qatar ia telah mempunyai keluarga, Kak Cylla tidak tahu bagaimana wajah kami sekarang, cita-cita mereka, dan pekerjaan kami, aku dan Anis, tentunya sangat sedih .... Kami Saudara Sejati selamanya.. Selamanya!!!! Aku berjanji, aku berjanji... Karya [adilla nurul ilma] kelas [3C] Sekolah [SD S IT 031 Mutiara]
Jadikan sebagai favorit anda (117) | Cuplik artikel ini | Views: 1459
1. 20-03-2009 19:58 Saudara Sejati Wah mengharukan sekali ceritanya sampai merasa seperti betulan ![]() Guest 2. 20-03-2009 20:02 3. 20-03-2009 20:14 4. 21-03-2009 17:36 5. 16-06-2009 16:11 6. 12-11-2009 22:17 7. 29-12-2009 09:28 8. 01-01-2010 15:38 9. 16-01-2010 10:40 Saudara Sejati huuaaa...bagian ending nya bener-bener mengharukan,,,...aq jadi ngerasa kalo itu terjadi ama kakakku...aniz hebat deh...bisa tabah gitu!...100% keren, man!mantepphh... ![]() Guest Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|









ketika turun, banjirnya semakin tinggi. Sudah mencapai 11 meter kalau tidak salah, sih.... 



