| Pada Hari Itu |
|
|
|
| Ditulis Oleh Irma Savitri | ||||||
| Rabu, 21 November 2001 | ||||||
|
Pada suatu hari hiduplah anak yang bernama Isti, dia anaknya cantik dan kaya sayangnya dia itu sombong. Pada suatu hari dia pergi jalan-jalan ke taman bersama temannya yang bernama Amel. Amel adalah anak yang ramah dan murah hati dan Amel selalu berusaha menyadarkan Isti atas kesombongannya tetapi Isti selalu tidak menghiraukan Amel.
Tiba-tiba Amel melihat seorang anak pengemis yang sedang duduk. Amel berkata pada Isti " Isti, coba kamu lihat anak pengemis itu. Kasihan banget yach...." lalu Isti menjawab " Ah... bodo amat emang apa urusan aku sama dia??? " lalu Amel berkata lagi " Yach... nggak ada apa-apa sih tapi kan kasihan Ti..." lalu tiba-tiba anak pengemis itu mendekati Amel dan Isti dan berkata " Kak... kasihan Kak belum makan dari pagi... lapar Kak...." lalu Isti menjawab " Ngapain loe ngedeketin gue emang loe ada urusan ama sama gue!!!" lalu Amel menjawab " Kamu jangan gitu dong Is...." lalu berkata lagi kepada anak pengemis itu " Kenapa kamu belum makan??? Ini ada uang buat kamu.... supaya kamu bisa makan." kata Amel begitu. Lalu anak kecil itu menjawab " Terimakasih Kak..." lalu dia pergi. Dalam perjalanan pulang Amel berkata kepada Isti " Ti... kenapa sih kamu tadi galak banget sama dia????? Dia kan nggak salah sama kamu." lalu Isti menjawab " Abisan tu anak deket-deket sama aku aku kan sebel!!!" lalu Amel berkata lagi "Iya... tapi kamu harusnya nggak ngomong seperti itu sama dia. Kan kasian tadi pengemisnya.." lalu Isti menjawab " Udah dech!!! Lupain soal pengemisnya!!!" lalu mereka ke rumah Isti dan belajar bersama. Waktu makan malam,Papa Isti berkata " Isti... Papa deengar dari Mama kamu tadi membentak pengemis ya???" lalu jawab Isti " Papa tahu dari mana???" lalu Papa Isti menjawab " Dari mama....mama tahu dari mamanya Amel."kata Papa. Dalam hati Isti berkata " Wah sialan juga si Amel pake ngadu segala ke ibunya." pikir Isti. Papa Isti berkata lagi " Isti kamu tidak boleh seperti itu orang pengemis tidak boleh kamu bentak-bentak sembarangan!!!!" kata Papa Isti. Lalu Isti menjawab " Pa.... Isti minta maaf atas kelakuan Isti.. Isti insyaf Pa.... Isti mau berubah Pa.. Isti ingin jadi anak yang baik seperti Amel..." kata Isti. "Baik kamu Papa maafkan tapi jangan diulang yach!!" kata Papa Isti. Kelakuan Isti sekarang berubah 180 derajat. Ia bersikap ramah dan murah hati seperti Amel. Amel senang melihatnya,jerih payahnya berbuah juga,pikirnya. KIRIMAN Irma Savitri Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya 30 november 2001 Kelas 6 SDN Gunung 01 pagi Jakarta Jadikan sebagai favorit anda (33) | Cuplik artikel ini | Views: 483
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|






