| Main Lumpur |
|
|
|
| Ditulis Oleh Marsha Rindhita | ||||||
| Sabtu, 12 Maret 2005 | ||||||
|
Dua hari yg lalu, (7Maret), kami berolah raga sepak bola di lapangan sekolah. Kebetulan, guru kami sedang tidak mengawasi. Pada saat itu, cuaca cerah. Tetapi, tiba-tiba mendung, dan hujan rintik-rintik. Kami semua senang. Yang tadinya serius bermain bola, malah jadi main air dan lempar-lemparan lumpur.
Tiba-tiba, salah seorang teman kami berteriak bahwa guru olahraga sudah kembali ke lapangan. Kami semua panik, karena baju kami kotor kena lemparan lumpur. Guru kami langsung marah melihat baju kami seperti itu. Aku sebagai ketua kelas, mewakili kelas untuk meminta maaf kepada guru tersebut, dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi. Untung saja, kemarahan guru olahraga tersebut langsung reda. Kami lega, tetapi... melihat baju yang kotor seperti itu, apakah tidak akan dimarahi orang tua ? Kami lalu berdiskusi. Akhirnya, kami sepakat untuk mencuci baju tersebut dengan detergen yang dibeli dari uang kas kelas. Pada jam istirahat, kami beramai-ramai mencuci baju. Untung saja, kami membawa baju ganti, dan saat itu cuaca cerah kembali, sehingga baju kami yang dijemur bisa kering, dan tidak kena marah orang tua sesampainya di rumah. KIRIMAN Marsha Rindhita Kelas VI SD YPS Singkole, Soroako, Sul-Sel Alamat email : Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya Jadikan sebagai favorit anda (31) | Cuplik artikel ini | Views: 422
Beri Komentar
Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6 |
||||||
| < Sebelumnya | Selanjutnya > |
|---|





