Komentar Terkini

Pindah Rumah
Dulu aku juga pindah rumah ,dari semarang ke bandung.awalnya...
12/07/10 15:08 More...
By SyifAqila_25

kaset ps Q...
kasian skali klau menunggu sampai besok :(
10/07/10 12:12 More...
By ina.piewie

Tidak enak jadi anak seorang t...
Tetap semangat ..
Kakak harus semangat terus .. Jangan pernah putus asa walau...
04/07/10 02:25 More...
By Khairunnysa Icha Aprilia

kaset ps Q...
Jangan sedih semangat !!
Kamu jangan sedih besokkan bisa... bukan kamu aja yang sedi...
04/07/10 01:42 More...
By Khairunnysa

Pelajaran Berharga
PelajaranBerharga
hik hik hik jangannagis trus y :sigh :cry :zzz :eek :(...
22/06/10 13:47 More...
By EZRA

Sekilas Info

Adik-adik,
TamanKecil.com membuka tempat yang dibuat khusus untuk kalian yang masih duduk di bangku SD ataupun SMP tapi sudah mulai hobi main internet.

Di tempat ini kalian bisa membaca karya kawan-kawan kalian dan bisa mengirimkan karya buatan sendiri berupa tulisan, bisa itu karangan bebas, puisi, pengalaman lucu dan lain-lain.
Cara pengirimannya mudah saja.

  • Login (Jika belum terdaftar, silahkan mendaftar terlebih dahulu.)
  • Klik "Kirim Karya Tulis" pada "Menu Anggota" yang terletak di bagian kiri.
  • Isi Judul, Teks Intro dan Teks Utama.
  • Jika sudah selesai, klik icon yang bergambar disket.

Jika kalian mengalami kesulitan, dapat mengirimkan email ke redaksi tamankecil.com yaitu Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Selamat berkarya. 

 

Form Login

Syndicate

Cinta Seorang Ibu PDF Cetak E-mail
Ditulis Oleh Carlista Naba   
Selasa, 12 Agustus 2008
Alkisah di sebuah desa, ada seorang ibu yang sudah tua, hidup berdua
dengan anak satu-satunya. Suaminya sudah lama meninggal karena sakit.

Sang ibu sering kali merasa sedih memikirkan anak satu-satunya. Anaknya
mempunyai tabiat yang sangat buruk yaitu suka mencuri, berjudi, mengadu
ayam dan banyak lagi. Ibu itu sering menangis meratapi nasibnya yang
malang. Namun ia sering berdoa memohon kepada Tuhan:

'Tuhan tolong sadarkan anakku yang kusayangi, supaya tidak berbuat dosa
lagi. Aku sudah tua dan ingin menyaksikan dia bertobat sebelum aku
mati.'
Namun semakin lama si anak semakin larut dengan perbuatan jahatnya,
sudah sangat sering ia keluar masuk penjara karena kejahatan yang
dilakukannya. Suatu hari ia kembali mencuri di rumah penduduk desa,
namun malang dia tertangkap. Kemudian dia dibawa ke hadapan raja utk
diadili dan dijatuhi hukuman pancung. Pengumuman itu diumumkan ke
seluruh desa, hukuman akan dilakukan keesokan hari di depan rakyat desa
dan tepat pada saat lonceng berdentang menandakan pukul enam pagi.

Berita hukuman itu sampai ke telinga si ibu. Dia menangis meratapi anak
yang dikasihinya dan berdoa berlutut kepada Tuhan, 'Tuhan ampuni anak
hamba, biarlah hamba yang sudah tua ini yang menanggung dosanya.'

Dengan tertatih-tatih dia mendatangi raja dan memohon supaya anaknya
dibebaskan. Tapi keputusan sudah bulat, anakknya harus menjalani
hukuman.. Dengan hati hancur, ibu itu kembali ke rumah. Tak hentinya dia
berdoa supaya anaknya diampuni, dan akhirnya dia tertidur karena
kelelahan. Dan dalam mimpinya dia bertemu dengan Tuhan.

Keesokan harinya, ditempat yang sudah ditentukan, rakyat berbondong2
manyaksikan hukuman tersebut. Sang algojo sudah siap dengan pancungnya
dan anak sudah pasrah dengan nasibnya. Terbayang di matanya wajah ibunya
yang sudah tua, dan tanpa terasa ia menangis menyesali perbuatannya.

Detik-detik yang dinantikan akhirnya tiba. Sampai waktu yang ditentukan
tiba, lonceng belum juga berdentang. Sudah lewat lima menit dan suasana
mulai berisik, akhirnya petugas yang bertugas membunyikan lonceng
datang. Ia mengaku heran karena sudah sejak tadi dia menarik tali
lonceng tapi suara dentangnya tidak ada.

Saat mereka semua sedang bingung, tiba2 dari tali lonceng itu mengalir
darah. Darah itu berasal dari atas tempat di mana lonceng itu diikat.
Dengan jantung berdebar2 seluruh rakyat menantikan saat beberapa orang
naik ke atas menyelidiki sumber darah.

Tahukah anda apa yang terjadi?

Ternyata di dalam lonceng ditemui tubuh si ibu tua dengan kepala hancur
berlumuran darah. Dia memeluk bandul di dalam lonceng yang menyebabkan
lonceng tidak berbunyi, dan sebagai gantinya, kepalanya yang terbentur
di dinding lonceng.

Seluruh orang yang menyaksikan kejadian itu tertunduk dan meneteskan air
mata. Sementara si anak meraung-raung memeluk tubuh ibunya yang sudah
diturunkan, menyesali dirinya yang selalu menyusahkan ibunya.

Ternyata malam sebelumnya si ibu dengan susah payah memanjat ke atas dan
mengikat dirinya di lonceng, memeluk bandul dalam lonceng untuk
menghindari hukuman pancung anaknya.

Jadikan sebagai favorit anda (112) | Cuplik artikel ini | Views: 1633

Komentar (5)
1. 22-09-2008 13:29
ceritanya bikin terharu banget
hiksss!sedih banget dech ceritanya!aq terharu banget! :cry :cry :cry
Registered
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
2. 25-11-2008 15:23
kasih ibu sepanjang masa
anak2 besikaplah sopan sama orang tua terutama ibu,dimana2 ibu kandung lebih cinta daripada lainya :cry
Guest
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya
3. 26-01-2009 07:42
cinta seorang ibu
ceritanya bs bikin kita nangis tuh.. makanya kita harus sayang ama ortu,terbukti kan kasih sayang ortu kepada kita
Guest
priyanka
4. 06-03-2009 20:35
cinta seorang ibu
namalan kamu siapa boleh kenalan
Guest
sherish nazifah az zahra
5. 27-06-2009 13:28
Cinta seorang Ibu
Ihhhh..... kasian banget....Jadi pingin nangis.....Hikkkkssssss..........
Guest
Alamat e-mail ini telah dilindungi dari tindakan spam bots, Anda butuh Javascript dan diaktifkan untuk melihatnya

Beri Komentar
  • Silakan untuk mengisi komentar yang tidak keluar dari topik artikel.
  • Semua komentar yang tidak berhubungan akan segera dihapus.
  • Termasuk semua link yang digunakan untuk kepentingan spam marketing dsb.
Nama:
E-mail
Homepage
Judul:
BBCode:Web AddressEmail AddressBold TextItalic TextUnderlined TextQuoteCodeOpen ListList ItemClose List
Komentar:



Kode:* Code
I wish being prevented by email of the comments which will follow

Powered by AkoComment Tweaked Special Edition v.1.4.6
AkoComment © Copyright 2004 by Arthur Konze - www.mamboportal.com
All right reserved

 
< Sebelumnya   Selanjutnya >
© 2010 TamanKecil.com. Hosted by PINTERhosting.com and powered by Pacific Link